Kumpulan Tips Bloger

Saturday, October 14, 2017

Cara Membuat Template Blog Sendiri
Cara Membuat Template Blog Sendiri - SEO Friendly, User Friendly, Responsive, Fast Loading.MEMBUAT Template Blog sendiri itu mudah. Mengapa mudah? Karena telah tak sedikit tutorialnya. Kita tinggal mengikuti langkah-langkah yg dipandu pada tutorial tutorial membikin blog itu.

Cara Membuat Template Blog Sendiri

Namun, semua tutorial membikin template berikut ini didasarkan kode bawaan blogger.

Artinya, kode-kodenya bersumber dari blogger juga, yakni template bawaan blogger (default blogger template).

Para desainer "hanya" memodifikasinya, dengan penambahan, pengurangan, terutama kode CSS serta HTML yg merubah tampilan alias tampilan template, juga membuatnya responsive (mobile-friendly).

Membuat template blog sendiri akan membikin Kalian leluasa credit link di footer yg biasa ada di template-tempalate blog gratis (free download).

Struktur kode template Blogger itu sederhana, yakni terdiri dari tiga tipe kode:
CSS
HTML
JavaScript (Optional)
Cara Membuat Template Blog Sendiri

Ada tiga tutorial membikin template blog sendiri:
1. Membuat Sendiri
2. Memodifikasi Template Bawaan Blogger
3. Membuat dengan cara Online

Membuat Sendiri
Untuk membikin template blog sendiri, Kalian dapat ikuti paduannya di link berikut ini:
CodeDodle
Masyadi
Bloggernas
Duarupa
Malas Ngoding
Blog Romeltea

CONTOH
Contoh template blog yg dibangun dengan mengikuti salah satu panduan di atas, dengan penambahan serta perubahan, merupakan Starter Template.
Membuat Template Online

Kita juga dapat membikin template blog sendiri dengan cara online. Sebenarnya tak membuat, tapi mengedit alias modifikasi template sesuai selera sendiri.

Silakan buka link berikut ini: doTemplate alias Artisteer.

Modifikasi Template Bawaan Blogger

Ini tutorial paling mudah serta terpopuler, terutama bagi blogger baru (newbie). Kalian boleh menghilangkan credit link blogger (menghapus powered by blogger) seusai melakukan editing.

Salah satu template yg akan terjadi modifikasi template bawaan blogger merupakan CB Theme yg dibagikan dengan cara gratis, walau terdapat premium version-nya. Itu contoh yg akan terjadi modifikasi template bawaan blogger.

CB telah berbagi tutorial modifikasi template bawaan blogger ini sebagai berikut:

1. Membuat Responsive Template Bawaan Blogger
2. Cara Membuat Autoreadmore
3. Membuat Related Post
4. Membuat Social Share
5. Memasang Schema Org Microdata (Optional)
6. Cara Membuat Breadcrumbs
7. Membuat Navigasi Menu Responsive

Demikian Cara Membuat Template Blog Sendiri. Benar, posting ini bukan berisi panduan lengkap serta detail, tetapi "pengantar" untuk membikin template blog sendiri. Good Luck & Happy Blogging!
Jangan Hapus Postingan Blog, Alihkan Saja Linknya ke Tulisan Lain!
Jangan Hapus Postingan Blog, Alihkan Saja Linknya ke Tulisan Lain!

Jangan Hapus Postingan Blog

ANDA suka menghilangkan poting atau goresan pena di blog Anda? Jangan lagi serta jangan pernah! Itu kurang baik buat blog Anda. Jangan sempat menghilangkan artikel blog.

Daripada dihapus, jauh lebih baik diperbarui, diaupdate, atau ganti isinya. Pertahankan permalinknya sebab telah terindeks Google dengan baik.

Silakan ketik "Don't delete your blog post" di Google. Kalian akan menemukan tak sedikit saran dari blogger luar sana, yg berkata jangan sempat menghilangkan posting blog.
Intinya, jangan menghilangkan artikel lama di blog sebab itu perbuatan bego serta merugikan blog Anda.

Solusinya? Itu tadi, update saja, atau kalo malas update, alihkan permalinknya ke artikel lain!
Cara Mengalihkan Permalink (URL) Postingan Blog ke Tulisan Lain

Berikut ini tutorial mengalihkan url link posing blog ke goresan pena yg lain.

Postingan ini sekaligus melengkapi trik sebelumnya mengenai tutorial mengalihkan (riderect) blog lama ke blog baru atau mengganti nama blog tanpa kehilangan trafik.

Kali ini, bukan mengalihkan alamat blog, tetapi mengalihkan link artikel ke posting yg lain.

Cara ini juga dapat untuk mengalihkan posting lama yg terhapus ke artikel lain.

Ini Caranya

1. Klik Setting (Setelan) > Search preferences (Preferensi penelusuran).
2. Pada tahap Custom Redirect (Pengalihan Khusus) > klik  Edit.
3. Isi kolom yg tersedia.

Masukkan hanya tahap judul saja, alamat blog tak dimasukkan. Misalnya:

Dari:
https://namablog.blogspot.com/2017/08/template-blog-keren-seo-friendly.html

Ke:
https://namablog.blogspot.com/2017/08/koleksi-template-blog-keren-seo-friendly.html
Copas atau masukkan hanya tahap judul saja, dari: /tahun/bulan/judul-posting-html

Save! Simpan.

Demikian. Jadi, Jangan Hapus Postingan Blog, Alihkan Saja Linknya ke Tulisan Lain! Good Luck & Happy Blogging !
Mau Ngeblog Tapi Gak Bisa Nulis? Ini Solusinya!
Solusi bagi blogger yg tak dapat menulis atau malas menulis.

BLOGGING sangat menantang. Selain dapat "eksis" serta lisan diri, nge-blog juga dapat menghasilkan uang, umpama dengan menjadi penayang iklan Google (AdSense Publisher).

Menghasilkan uang dari blog disebut make money blogging. Google menyebutnya "monetisasi".

Karena blog tak sedikit manfaatnya, jadi tak sedikit orang-orang --jika telah sadar pentingnya blog-- membikin blog. Cara membikin blog itu mudah.

Yang susah, mengisinya. Mau diisi apaan kalo blog telah jadi?

Mau Ngeblog Tapi Gak Bisa Nulis? Ini Solusinya!

Banyak blogger baru yg MAIN COPAS goresan pena blog orang-orang lain. Mending kalo menyatakan sumbernya. Ini mah copas begitu saja.

Tentu saja, copas tanpa menyatakan asalnya itu ilegal. Akan menjadi persoalan besar apabila blognya sebuah dikala diterima sehingga penayang iklan Google AdSense.

Buat Blog Foto atau Video
Kembali ke soal mau ngeblog, mau membikin blog, tapi gak dapat menulis. Solusinya merupakan isi saja blog Kalian dengan foto, gambar, atau video.

Ubah blog Kalian menjadi Phlog atau Photo Log atau Photography Blog, yakni Blog Foto. Gunakan template blog foto.

HP atau SmatPhone Kalian absolut punya fitur kamera. Jepret saja apa yg menurut Kalian menarik, lalu upload, serta kasih caption atau keterangan.

Selain blog foto, apabila Kalian merasa tak dapat menulis, atau "malas" mengisi blog dengan tulisan, jadi buatlah Vlog, Video Blog, atau Blog Video.

Caranya, gunakan template blog video. Gunakan fitur video di HP Anda, lalu upload ke Youtube, serta pasang kode tempel (embed) di blog Anda. Tambahkan keterangan mengenai video yg diunggah.

Itu dirinya solusi bagi blogger yg tak dapat menulis atau malas menulis.

Sebenarnya, semua orang-orang dapat menulis. Mulai saja dengan menuliskan pengalaman. Kalian absolut sempat berwisata ke mana gitu, nah... tulisa saja perjalanan serta kesan Kalian di objek wisata tersebut.

Setiap orang-orang absolut punya pengalaman. Tulis saja pengalaman itu. Happy Blogging!
Cara Membuat Top Navigasi Menu Statis Responsive di Atas Header Blog
Cara Membuat Top Navigasi Menu Statis Responsive di Atas Header Blog. Kode Sticky Top Navigation Menu Bar di atas header blog ini diambil dari Template Fresh View. Demonya juga ada di sana.
Dilengkapi link media umum serta kotak pencarian. Namun, kelemahannya, link media umum serta kotak pencariannya tak timbul di mobile version.
Cara Membuat Navigasi Menu Statis Responsive di Atas Header Blog
Cara Membuat Top Navigasi Menu Statis Responsive di Atas Header Blog

KODE CSS:
Pasang di atas kode </head>

<style>
.wrapper { width: 1000px; margin: auto; }
#responsive-menu { display: none; }
#main-nav-wrap { position: fixed; left: 0; top: 0; z-index: 10000; width: 100%; height: 40px; background-color: #fff; box-shadow: 0px 1px 4px rgba(0,0,0,0.08); }
#menu-main-nav {margin:0;}
#main-nav li { position: relative; height: 40px; float: left; border-left: 1px solid #eee; line-height: 40px;margin:0;list-style:none; }
#main-nav li:last-child { border-right: 1px solid #eee; }
#main-nav a { display: inline-block; height: 40px; float: left; color: #444; padding: 0 12px; font-size: 12px; font-weight: 600; line-height: 42px; text-transform: uppercase; transition: background .3s; }
#main-nav a:hover {background-color: #F5F5F5;}
.drop-sign { float: right; margin-left: 3px; color: #FA7700; }
#main-nav ul li ul { position: absolute; left: -1px; top: 33px; z-index: 100; display: none; float: none; border: 1px solid #eee; background-color: #fff; }
#main-nav ul li:hover > ul { display: block; }
#main-nav ul li ul li { height: auto; clear: both; margin-left: 0; line-height: normal; border-right: none; border-left: none; border-bottom: 1px solid #eee;; }
#main-nav ul li ul li:last-child { border-right: none; border-bottom: none; }
#main-nav ul li ul a { min-width: 208px; padding: 0 12px; margin-top: 0; font-size: 12px; font-weight: 400; line-height: 42px; transition: all .3s; border: none; }
#main-nav ul li ul .current-menu-item a { background-color: transparent; }
#main-nav ul li ul .current-menu-item a:hover { background-color: #F5F5F5; }
#main-nav ul li ul ul { left: 100%; top: -1px; }
#nav-elements { height: 40px; float: right; }
#nav-social {float: left;}
#nav-social li { height: 40px; float: left; border-left: 1px solid #eee;margin:0;list-style:none; }
#nav-social li:last-child {border-right: 1px solid #eee;}
#nav-social a { display: block; width: 40px; height: 40px; background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcC2S4XKW0WMfEcNDTpE4vrGrkE8RWWtwvfHATFbRIbg-5WSASGOkEwJ2NZm18Cxi8tXEdHPXoVGJQROxlvdZkXW6PAMSUkGxYiRz7BJ88Z07hU9CRkQ9Fgqo976bVGGiGvRE0Px1ZDag/s1600/nav-social.png) no-repeat; text-indent: -9999px; transition: background .3s; }
#nav-social ul {margin:0;}
#nav-social a:hover {background-color: #F5F5F5;}
#nav-social .facebook a {background-position: -39px 0;}
#nav-social .instagram a {background-position: -78px 0;}
#nav-social .youtube a {background-position: -117px 0;}
#nav-social .soundcloud a {background-position: -156px 0;}
#nav-social .google a {background-position: -195px 0;}
#nav-social .vimeo a {background-position: -234px 0;}
#nav-search-icon { display: block; width: 40px; height: 40px; float: right; margin-left: -1px; border-left: 1px solid #eee; border-right: 1px solid #eee; background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6XOA2C1zKdYDWlma3BOxtFDxqMNraCwPhqClFGPbGp-VqXYzjLWb3uMEmSG_Cz8SwG29uFQW7u1iyc6akMCrZ3T4RvC77bj1V3I52Zroge3XKSiW-y6AAgtKkna73Uk_35QLLM27FgnQ/s1600/header-search-icon.png) no-repeat; cursor: pointer; transition: background .3s; }
#nav-search-icon:hover, #nav-search-icon .visible-search { background-color: #F5F5F5; }
#nav-search { position: absolute; top: 40px; display: none; width: 252px; height: 44px; border: 1px solid #eee; background-color: #fff; }
#nav-search #s { width: 157px; height: 34px; color: #777; padding-right: 75px; padding-left: 10px; margin: 4px 0 0 4px; border: 1px solid #eee; background-color: #fff; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: 600; }
#nav-search #s:focus { color: #444; outline: none; }
#nav-search #searchsubmit { position: absolute; right: 7px; top: 7px; height: 30px; color: #fff; padding: 0 9px; border: none; background-color: #444; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 12px; font-weight: 600; line-height: 29px; text-transform: uppercase; cursor: pointer; transition: background .3s; }
#nav-search #searchsubmit:hover {background-color: #FA7700;}
@media screen and (max-width:960px) {
#sb-search{float:none!important;}
#responsive-menu { position: relative; z-index: 15; display: inline-block; height: 40px; float: left; padding: 0 11px; color: #444; border-right: 1px solid #eee; border-left: 1px solid #eee; cursor: pointer; font-size: 12px; font-weight: 600; line-height: 42px; text-transform: uppercase; transition: background .3s; }
#responsive-menu:hover {background-color: #F5F5F5;}
#main-nav .menu { position: absolute; left: 0; top: 41px; z-index: 4000; display: none; border-right: 1px solid #eee; border-left: 1px solid #eee; background-color: #fff; }
#main-nav li { height: 39px; clear: both; float: none; line-height: 34px; border-left: none; border-bottom: 1px solid #eee; }
#main-nav li:last-child {border-right: none;}
#main-nav a {min-width: 250px;}
#main-nav li a:hover, #main-nav ul li ul .current-menu-item a:hover {color: #555;background-color: transparent;}
#main-nav ul li ul li {height: 39px;}
#main-nav ul li ul li:last-child {border-bottom: 1px solid #eee;}
#main-nav ul li ul li a {padding-left: 30px;}
.drop-sign, #main-nav ul li ul .drop-sign {display: none;}
#main-nav .menu li ul { position: static; display: block !important; float: none; clear: both; border: none; } #main-nav ul li ul a {font-weight: 600;}}
}
</style>

KODE HTML:
Pasang di atas kode header blog alias di bawah kode <body>

<div id='main-nav-wrap'>
<div class='wrapper group'>
<div id='responsive-menu'><i aria-hidden='true' class='fa fa-align-justify'></i> Menu</div>
<nav id='main-nav'>
<div class='menu-main-nav-container'><ul class='menu' id='menu-main-nav'><li class='menu-item menu-item-type-custom menu-item-object-custom current-menu-ancestor current-menu-parent menu-item-has-children menu-item-5017' id='menu-item-5017'><a href='#'>Dropdown <i aria-hidden='true' class='fa fa-angle-down'></i></a>
<ul class='sub-menu'>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page current-menu-item page_item page-item-2607 current_page_item menu-item-5023' id='menu-item-5023'>
<a href='#'>Dropdown 1</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page menu-item-5021' id='menu-item-5021'>
<a href='#'>Dropdown 2</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page menu-item-5018' id='menu-item-5018'>
<a href='#'>Dropdown 3</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page menu-item-5022' id='menu-item-5022'>
<a href='#'>Dropdown 4</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page menu-item-5020' id='menu-item-5020'>
<a href='#'>Dropdown 5</a></li>
</ul>
</li>
<li class='menu-item menu-item-type-taxonomy menu-item-object-category menu-item-5025' id='menu-item-5025'>
<a href='#'>Fashion</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-taxonomy menu-item-object-category menu-item-5026' id='menu-item-5026'>
<a href='#'>Music</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-taxonomy menu-item-object-category menu-item-5024' id='menu-item-5024'>
<a href='#'>Movies</a></li>
<li class='menu-item menu-item-type-post_type menu-item-object-page menu-item-5027' id='menu-item-5027'>
<a href='#'>Contact</a></li>
</ul></div>
</nav>
<div id='nav-elements'>
<div id='nav-social'>
<ul>
<li class='twitter' title='Twitter'>
<a href='#' target='_blank'>Twitter</a></li>
<li class='facebook' title='Facebook'>
<a href='#' target='_blank'>Facebook</a></li>
<li class='instagram' title='Instagram'>
<a href='#' target='_blank'>Instagram</a></li>
<li class='youtube' title='YouTube'>
<a href='#' target='_blank'>YouTube</a></li>
<li class='soundcloud' title='SoundCloud'>
<a href='#' target='_blank'>SoundCloud</a></li>
</ul>
</div>
<span id='nav-search-icon'></span>
<div id='nav-search'>
<form action='/search' id='searchform' method='get'>
<input id='s' name='q' type='text' value='Enter search term ...'/>
<input id='searchsubmit' type='submit' value='Search'/>
</form>
</div>
</div>
</div>
</div>
  <div class='clear'/>

KODE JAVASCRIPT
Pasang di atas kode </body>

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
$("#nav-search-icon").on("click", function() {
    $("#nav-search").fadeToggle(250);
    $(this).toggleClass("visible-search");
});
var $navFormValue = $("#nav-search #s").val();
$("#nav-search #s").blur(function() {
    if (0 === this.value.length) this.value = $navFormValue;
});
$("#nav-search #s").focus(function() {
    if (this.value === $navFormValue) this.value = "";
});
var $formValue = $(".widget #s").val();
$(".widget #s").blur(function() {
    if (0 === this.value.length) this.value = $formValue;
});
$(".widget #s").focus(function() {
    if (this.value === $formValue) this.value = "";
});
var $errorFormValue = $(".error-wrap #s").val();
$(".error-wrap #s").blur(function() {
    if (0 === this.value.length) this.value = $errorFormValue;
});
$(".error-wrap #s").focus(function() {
    if (this.value === $errorFormValue) this.value = "";
});
$("#responsive-menu").on("click", function() {
    $("#main-nav ul").slideToggle(250);
});
$(window).resize(function() {
    var a = $(window).width();
    var b = $("#main-nav ul");
    if (a > 1010 && b.is(":hidden")) b.removeAttr("style");
});
//]]>
</script>

Save template!

Jangan lupa link menu serta url media sosialnya diubah di Kode HTML.

Demikian Cara Membuat Navigasi Menu Statis Responsive di Atas Header Blog. Good Luck & Happy Blogging!

Tuesday, October 3, 2017

Tips Mengatasi Algoritma Terbaru Google: Fred Update
UPDATE terakhir algoritma Google bernama "Fred Update" mengguncang dunia SEO. Demikian tulis Search Engine Land.

Terdeteksi 8 Maret 2017, Google baru menunjukkan konfirmasi algoritma terakhir Fred Update pada 24 Maret 2017, sebagaimana dikutip laman Search Engine Rountabel dalam Google Has Now Confirmed The Fred Algorithm Update.

Algoritma google terakhir Fred Update ini memakan tak sedikit korban, sebagaimana update algoritma Google sebelumnya, semacam MobileGeddon.
Tips Mengatasi Algoritma Terbaru Google: Fred Update
Sebagaimana MobileGeddon yg fokus ke konten alias akurasi informasi, bukan link, Fred Update juga membidik LINK dan menghukum website alias blog yg dinilai "curang" dalam link building, khususnya tautan kedalam (internal link).

Banyak blog mengalami penurunan trafik dengan cara drastis dan hilang di halaman depan hasil pencarian (SERP). Di segi lain, tak sedikit juga blog yg mengalami kenaikan trafik dengan cara signifikan disebabkan kontennya berkualitas padahal minim link.

Fred Update, dengan demikian, merubah "posisi klasemen" di ranking Google.

Bagaimana dengan algoritma terakhir Google? Adakah timbul pada bulan ini? Kemungkinan besar, ya, sebab tim Google berkata "google akan update setiap saat".

"Yes, we make changes almost every day," kata John Mueller, Webmaster Trends Analyst at Google, di akun Twitternya. (Google’s John Mueller Reminds: “We Make Changes Almost Every Day").

Cara Kerja Algoritma Google Terbaru Fred Update

Menurut beberapa pakar SEO di laman SEL dan SE Rountable, Fred Update menurunkan peringkat di mesin pencari untuk artikel blog alias konten website yg berisi link internal dan eksternal yg tak relevan.

Blog/website yg tak jarang mengganggu pengunjung dengan iklan-iklan juga akan disikat habis! Google ingin pembaca enjoy menyantap info yg mereka butuhkan tanpa diganggu iklan.

"Ranking drops are the first indication that a site has been penalized due to Google Fred Update," tulis laman Result Firts. 

Penurunan peringkat ialah indikasi pertama bahwa suatu website telah dipenalti yg akan terjadi Google Fred Update.

Tips Mengatasi Dampak Buruk Algoritma Google Fred Update

Lalu, bagaimana menyikapi alias menanggulangi yg akan terjadi Fred Update? 

Prinsip dasarnya ialah panduan konten dari Pedoman Webmaster Google yg telah lama disebutkan: Konten Berkualitas untuk Pembaca!

Prinsip Dasar
Buat laman yg utamanya untuk pengguna, bukan untuk mesin telusur.
Jangan menipu pemakai Anda.
Hindari tips yg dimaksudkan untuk menambah peringkat mesin telusur. Yang terpenting ialah apakah Kalian merasa enjoy membahas apa yg telah Kalian perbuat ke laman web pesaing Anda, alias terhadap karyawan Google. Pengujian bermanfaat lainnya ialah menanyakan, "Apakah ini menolong pemakai saya? Akankah saya melakukan ini apabila tak ada mesin telusur?"
Pikirkan mengenai apa yg membikin website web Kalian unik, berharga, alias menarik. Buat website web Kalian menonjol dari yg lain di bidang Anda.

Jadi, Tips Mengatasi Algoritma Terbaru Google Fred Update ini utamanya ialah membikin konten alias artikel berkualitas yg unik, orisinal, dan ditujukan buat pembaca, bukan buat mesin telusur.

Postingan yg "kebanyakan rekayasa" supaya diindeks Google lambat-laun akan lenyak ditelan Fred Update.

Tips lainnya, The Best Way to Tackle Google Fred Update menurut Result Firts antara lain:
Utamakan nilai tulisan, bukan kuantitas alias jumlah.
Utamakan backlink berkualitas, bukan jumlah backlink apalagi backlink tak alami.
Buatlah konten yg sekiranya  diperlukan pengguna.
Beri perhatian terhadap kenyamanan pembaca ketimbang "memainkan" kata kunci (keywords).
Buatlah anchor text untuk memingkatkan relevansi tautan. (Soal ini, silakan baca lagi: Jangan Gunakan Kata Klik di Sini dalam Link).
Perkaya artikel alias konten blog dengan menambahkan infografis, video, dan podcasts.

Yang Tidak Boleh Dilakukan (Don’t-s)
Avoid publishing similar content over and over. Hindari artikel serupa terus-menerus.
Avoid sitewide dofollow. 
Avoid using automated tools to create backlinks. Hindari memakai tools otomatis pembuat baclink.
Do not buy links. Jangan beli link.
Kesimpulan, tutorial paling baik Mengatasi Algoritma Terbaru Google Fred Update ialah masih fokus ke artikel berkualitas, unik, bermanfaat, kaya informasi, bermanfaat bagi pembaca, bangsa, negara, stabilitas nasional, dan menjaga keutuhan NKRI :) Merdeka !!!!

Tuesday, September 26, 2017

Mau Tampil Menawan Saat Mengambil Foto Dengan Kamera Handphone, Ikuti Cara Berikut Ini
Mengambil gambar yg hasilnya keren pasti menjadi dambaan bagi setiap orang-orang yg menyukai fotografi. Kebanyakan orang-orang berpikir untuk menghasilkan suatu gambar yg keren diharapkan kamera baru yg super canggih. Padahal teknik jauh lebih penting dibanding perangkat. Mengambil gambar yg baik mampu dilakukan oleh siapa pun serta dengan kamera apapun asalkan lumayan berlatih serta mempunyai passion di bidang tersebut. Berikut merupakan berbagai tutorial mengambil gambar yg bagus, diantaranya:
Image result for Cara Foto Kamera hp
Mengkomposisikan subjek (rule of thirds)
Komposisi merupakan faktor dasar dalam fotografi mengenai bagaimana kita menempatkan subjek gambar pada bidang foto. Penempatan gambar yg sangat umum dilakukan oleh para sebagian pemula yaitu menempatkannya di tengah-tengah bidang foto. Cobalah sesuatu yg tak sama dengan tak menempatkannya di tengah. Tahap pertama yg wajib dilakukan merupakan membikin garis imajiner (grid) yg membagi bidang gambar ke arah vertikal serta horizontal masing-masing tiga bagian. Penempatan subjek gambar pada sepertiga tahap luar grid mampu menguatkan kesan dinamis pada foto, tutorial ini lebih dikenal dengan istilah rule of thirds.

Atur bidikan gambar dengan cermat
Jangan biarkan akibat fotomu terganggu oleh latar belakang yg akan membikin akibat fotomu terkesan berantakan. Singkirkan latar belakang yg mampu mengacau serta mengganggu. Hindari desain pohon seakan-akan tumbuh di atas kepala sebagai latar belakang. Kamu mampu menghindari faktor tersebut dengan merubah arah bidikan gambar agar menghasilkan gambar yg lebih baik serta tak berantakan.

Posisikan tinggi kamera kepada mata subjek (eye level)
Sebisa mungkin hindarilah memotret sambil berdiri kepada subjek yg lebih rendah daripada kita. Contohnya, dikala memotret anak kecil sebaiknya kamu mengambil gambar tersebut dalam posisi jongkok jadi kamera berada dengan tinggi pandangan mata (eye level) anak kecil tersebut.

Manfaatkan flash
Dalam berbagai kondisi, flash mampu menambah nilai gambar yg diambil. Kamu mampu memanfaatkan flash ini pada pemotretan yg dilakukan pada siang hari untuk menanggulangi bayangan yg muncul pada subjek gambar insan yg mengganggu di bawah hidung ataupun mata. Teknik ini dikenal dengan istilah fill in flash.

Cobalah aspek yg menarik
Jangan hanya terpaku pada pengambilan gambar dalam satu aspek tertentu saja. Cobalah bereksperimen dengan mengambil aspek pengambilan gambar yg berbeda. Carilah daerah yg memungkinkan kamu berada dalam posisi lebih tinggi alias lebih rendah. Contohnya, kamu mampu memakai kursi alias tangga untuk aspek pemotretan yg lebih tinggi, alias berbaring di lantai untuk pengambilan aspek gambar yg lebih rendah. Variasi aspek pengambilan gambar ini mampu mempermudah kamu untuk mampu menentukan gambar paling baik diantaranya.